Tampilkan postingan dengan label Windows. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Windows. Tampilkan semua postingan

IM-Tekno.blogspot.com, Semarang - Pada musim panas yang sebentar lagi akan berlangsung, Microsoft mempunyai rencana untuk menghadirkan sistem operasi baru buatannya yang disebut dengan Windows 10. Sistem operasi ini ditujukan untuk pengguna dari berbagai kalangan, mulai dari pengguna rumahan, pengguna di institusi pendidikan, pengguna bisnis hingga gamer. Salah satu langkah yang dilakukan oleh Microsoft untuk menarik gamer menggunakan Windows 10 adalah dengan menggandeng perusahaan game.
Melalui blog resmi Xbox, Microsoft mengumumkan bahwa mereka bekerja sama dengan pembuat game, King, untuk menghadirkan Candy Crush Saga sebagai game bawaan di Windows 10. Game ini akan menemani game lawas yang selama ini sudah menjadi game bawaan di sistem operasi Windows, seperti: Solitaire, Minesweeper dan Hearts.
Pastinya banyak dari kita yang sudah tidak asing lagi dengan game Candy Crush Saga meski tidak pernah memainkannya, apalagi pengguna Facebook yang pasti pernah mendapatkan undangan bermain game ini dari teman-temannya. Candy Crush Saga merupakan salah satu game terpopuler yang dimainkan jutaan orang di dunia. Sebelumnya King sudah menghadirkan game ini di platform Windows Phone, dan nantinya semua pengguna Windows 10 baik PC, tablet dan smartphone akan merasakan pengalaman yang sama.
Game Candy Crush Saga akan secara otomatis terpasang di perangkat pengguna yang melakukan upgrade atau mendownload Windows 10 selama periode tertentu. Akan ada pilihan bermain lintas platform untuk perangkat iOS dan Android, jadi pengguna dapat meneruskan permainannya dimana saja.
Dan tidak hanya itu saja, Windows 10 juga akan menghadirkan judul game lainnya dari King, untuk saat ini Microsoft masih merahasiakannya. Dan mungkin saja Microsoft akan menggandeng pengembang game lainnya untuk menghadirkan game yang tidak kalah seru untuk Windows 10.
  Bak Film Terminator, NSA Miliki Program Rahasia 'Skynet'
Penggemar film Terminator pasti mengetahui program Skynet yang dirancang untuk membawa kehancuran dunia. Tak cuma ada dalam film, Amerika Serikat ternyata memiliki program bernama Skynet seperti dalam film tersebut.
 
Dilansir laman Yahoo, Senin (11/5/2015), menurut The Intercept, National Security Agent (NSA) Amerika Serikat memiliki sebuah program yang bernama Skynet. Berbeda dari program Skynet dalam film Terminator yang meluncurkan serangan nuklir untuk menghancurkan umat manusia, program Skynet milik NSA ini berfungsi untuk melacak lokasi para teroris.

Seorang wartawan Al Jazeera dilaporkan menjadi salah satu target setelah ia ditempatkan pada daftar pengawasan teroris dalam program Skynet. Ahmad Muaffaq Zaidan, Kepala Biro AL-Jazeera Islamabad, diidentifikasi oleh Skynet sebagai anggota Al Qaeda.
Zaidan yang seorang jurnalis sebelumnya pernah melakukan wawancara eksklusif dengan mantan pimpinan tertingi Al Qaeda, Osama Bin Laden. Skynet menggunakan lokasi telefon dan panggilan metadata dari catatan panggilan telepon massal untuk mendeteksi pola yang mencurigakan dalam gerakan fisik dan kebiasaan komunikasi tersangka.

Program Skynet kembangkan NSA tersebut disampaikan oleh mantan anggota NSA yang membelot, Edward Snowden. Melalui program Skynet tersebut pihak Amerika Serikat mampu mendeteksi koneksi para teroris dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada program tersebut.

Selain Skynet, NSA juga memiliki program kedua bernama MonsterMind yang lebih mirip dengan versi program Skynet dalam Terminator. Menurut Snowden, MonsterMind merupakan sistem pertahanan yang langsung dan mandiri yang akan menetralisir serangan cyber asing terhadap AS, dan dapat digunakan untuk meluncurkan serangan balasan.
SSD (itpro.co.uk)
Sebesar apapun kapasitas penyimpanan yang ada di memori internal perangkat kesayangan Anda, pasti tidak akan pernah merasa cukup dan selalu saja ingin mengekspansinya dengan memori eksternal.
 
Terlebih bagi Anda yang lebih suka menggunakan Solid-state drive (SSD) ketimbang hard disk (HDD), yang mana masih memiliki kapasitas penyimpanan terbatas. Terkini, akan tersedia SSD dengan ruang penyimpanan super besar hingga 6 terabyte (TB) pada Juli ini.

Meskipun harga yang ditawarkan ke konsumen akan mahal, tidak menghentikan perusahaan untuk membuat SSD baru dengan penyimpanan yang lebih besar. Perusahaan asal Jepang, Fixstars, akan merilis tiga SSD 2,5 inci baru di tahun ini lewat seri 1000M, 6000M, dan 3000M.

SSD 1000M dan 3000M masing-masing akan menawarkan kapasitas memori 1TB dan 3TB dengan interface 6Gbps dan memori flash 19nm. Sementara varian 6000m akan menggunakan memori flash 15nm dengan 6TB penyimpanan.

Diharapkan, SSD ini dapat membaca dengan kecepatan lebih dari 540MB/s dan kecepatan menulis di atas 520MB/s, yang hampir menyamai SSD SATA konvensional 6Gbps.
Dilaporkan Ubergizmo, Senin (11/5/2015), namun Fixstars hanya menginformasikan harga dari seri 1000M dengan banderol US$ 820 atau sekitar Rp 10,7 juta.
Melalui blog resminya, pihak Microsoft telah mengonfirmasi bahwa sistem operasi generasi terbaru mereka, Windows 10, akan dirilis pada musim panas tahun 2015 ini (antara bulan Juni hingga Agustus) di 190 negara dan mendukung 111 bahasa.

Meski tidak dijelaskan secara rinci kapan waktu tepatnya, namun menurut yang dilansir laman The Next Web, Rabu (18/3/2014), update Windows 10 akan tersedia secara gratis bagi para pengguna Windows 7, Windows 8 dan Windows 8.1.

Windows 10 awalnya sempat dirumorkan bakal pada tanggal 4 Februari 2015. Namun nyatanya rumor tersebut tidak terbukti.

Kehadiran Windows 10 sendiri amat dinanti-nanti oleh para pencinta teknologi. Windows 10 dipastikan mengusung konsep platform universal yang memiliki suatu aplikasi universal dan satu toko aplikasi untuk beragam jenis perangkat.

Nantinya tidak akan ada lagi pemisahan antara Windows (di PC dan tablet) dan Windows Phone (untuk smartphone). Keduanya akan sama-sama berjalan di platform Windows 10.
office 365

Aplikasi Microsoft Office 365 kini telah digratiskan oleh Microsoft. Namun dengan syarat, perangkat yang bisa menggunakannya hanyalah perangkat mobile. Yakni perangkat berukuran kurang dari 10,1 inci.
Maraknya dunia perangkat mobile membuat Office serta layanan Microsoft lainnya hadir di perangkat berlayar kecilPerangkat yang kompatibel tersebut berupa laptop, tablet, atau smartphone dengan sistem operasi Windows, Android, dan iOS.
Sayangnya, Office 365 ternyata tidak benar-benar gratis atau termasuk dalam aplikasi freemium. Sebab fitur-fitur yang lebih mutakhir, seperti integrasi dengan One Drive berkapasitas 1 TB dan fitur pengolahan yang lebih canggih, pengguna harus membayar biaya langganan.
Definisi Perangkat Mobile 
Langkah Microsoft untuk menggratiskan Office di perangkat tertentu juga berpengaruh terhadap definisi gadget mobile. Setidaknya, bagi Microsoft, garis yang dulu tidak jelas membedakan ponsel, tablet serta phablet kini telah dihapus.
Microsoft menggolongkan gadget yang berukuran kurang dari 10,1 inci sebagai perangkat hiburan atau mobile. Yakni perangkat yang bisa dibawa kemana-mana dan tidak tergolong alat untuk tindakan profesional.
Sedangkan perangkat yang ukurannya di atas itu, misalnya Laptop dan komputer desktop, digolongkan sebagai alat profesional.
Sumber: Kompas