Tampilkan postingan dengan label Apple. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Apple. Tampilkan semua postingan


Apple punya cara agar peristiwa menyebarnya malware di toko digital App Store tidak terulang. Caranya adalah dengan meletakkan Xcode resmi bagi para developer, langsung di negara China.

Sebelumnya diketahui bahwa ada sekitar 85 aplikasi yang telah disisipi program berbahaya atau malware. Program jahat tersebut diberi nama XcodeGhost oleh para ahli keamanan.

Aplikasi tersebut kebanyakan berasal dari pengembang asal China, seperti WeChat dan WinZip.

XcodeGhost sendiri merupakan Xcode, platform yang harus digunakan oleh pengembang untuk membuat aplikasi berbasis iOS dan Mac, yang telah dimodifikasi dan diinjeksi dengan malware. 

Nah, para pengembang aplikasi, kebanyakan berpusat di China, memutuskan untuk mengunduh Xcode "modifikasi" tersebut melalui sebuah server (bukan milik Apple) yang juga terletak di negara itu. Biasanya, sebuah developer harus mengunduh Xcode versi terbaru melalui server milik Apple yang terletak di AS.

Pemilihan server di luar Apple sendiri sebenarnya cukup berisiko. Pasalnya, server tersebut bisa saja disusupi malware, seperti yang terjadi saat ini.

Lantas, mengapa developer tetap memilih untuk mengunduh Xcode dari server di luar Apple? Jawabannya sangat sederhana, yakni alasan tingkat kecepatan unduh. Mengunduh data yang berada di negara sendiri biasanya memang lebih cepat dari server di negara lain.

"Di AS, hanya butuh waktu 25 menit untuk mengunduh (Xcode)," kata Phil Schiller, Senior Vice President of Worldwide Marketing Apple, kepada media Sina. Namun, dibutuhkan waktu tiga kali lebih lama untuk mengunduh Xcode tersebut dari China.

Oleh karena itu, untuk mempercepat waktu unduh, sekaligus menyelesaikan masalah malware ini, Apple akhirnya memutuskan untuk menaruh sumber resmi Xcode di China agar pengembang bisa mengunduhnya secara domestik. 


IM-Tekno.blogspot.com-Popularitas Samsung di China mulai luntur. Menurut studi terbaru dari IDC, pangsa pasar Samsung merosot drastis 53% pada kuartal pertama 2015 dibandingkan tahun 2014. Samsung kini hanya menguasai 9,7% pasar smartphone di China.

Samsung yang sebelumnya berkuasa di China harus rela digerus Apple yang kian gencar berekspansi di negeri tirai bambu. Apple kini menduduki posisi teratas di pasar smartphone China.

Pangsa pasar Apple melonjak 62% pada kuartal pertama 2015. Per April 2015 China tercatat menjadi pasar iPhone terbesar, melampaui Amerika Serikat. Menguatnya Apple di China tak lepas dari laris manisnya penjualan iPhone 6 di negeri tersebut.

Samsung kini turun ke peringkat empat, bahkan tertinggal dari vendor lokal seperti Xiaomi dan Huawei. Pangsa pasar Xiaomi sendiri di China tumbuh mengesankan yakni naik 42%, sama halnya Huawei tumbuh sebesar 39%.
Merosotnya pengapalan perangkat Samsung bisa jadi karena pada kuartal tersebut Samsung mengumumkan smartphone terbaru andalannya, Galaxy S6. Namun angka penurunan yang cukup besar menurut yang dilansir The Next Web tidak normal.
Pada awal pekan ini Samsung mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengapalkan 10 juta unit smartphone Galaxy S6 yang diluncurkan sekitar sebulan yang lalu. Tidak disebutkan, berapa banyak dari 10 juta unit Galaxy S6 yang dikapalkan tersebut sudah terjual. Sebagai perbandingan, Galaxy S5 terjual 11 juta unit pada bulan pertama sejak dirilis.

IDC juga mencatat bahwa pasar smartphone di China menyusut untuk pertama kalinya sebesar 8%. Hal ini terjadi karena pasar smartphone sekarang mulai "jenuh".

Apple baru saja merilis laporan keuangan mereka untuk kuartal kedua (Q2) tahun fiskal 2015 atau triwulan perdana tahun ini. Menurut laporan tersebut, keuntungan Apple dikabarkan melejit 33% dibandingkan periode yang sama di tahun 2014 lalu.

Apple tercatat meraup keuntungan sebesar US$ 13,6 miliar atau sekitar Rp 178 triliun. Total pendapatannya sendiri mencapai US$ 58 miliar atau setara dengan Rp 210 triliun.

Laman Business Insider yang dikutip Selasa (28/4/2015) melansir, keberhasilan Apple ini dipicu oleh laris manisnya produk iPhone. Disebutkan ada sekitar 61 juta unit iPhone yang terjual di periode Januari-Maret 2015.

Dari total penjualan iPhone, seri iPhone 6 dan iPhone 6 Plus diklaim mampu mendorong peningkatan penjualan iPhone hingga 40% di berbagai penjuru dunia.

Meski begitu, Apple juga mengumumkan bahwa penjualan iPad mengalami penurunan drastis sebesar 23% menjadi hanya 12,6 juta unit dan membuat pendapatan dari segmen itu turun 29%.

sumber http://tekno.liputan6.com/