Tampilkan postingan dengan label Hardware. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hardware. Tampilkan semua postingan
Dua PC Intel NUC terbaru kini telah secara resmi diperkenalkan oleh Intel. Kedua PC Intel NUC ini mempunyai spesifikasi low power dan dibanderol dengan harga yang murah. Bahkan salah satu di antaranya, bisa diperoleh dengan harga 140 USD atau setara 1,8 juta rupiah.

Dua PC NUC yang dimaksud adalah Intel NUC5CPYH serta Intel NUCPPYH. Kedua produk PC terbaru Intel ini menggunakan prosesor Intel Braswell. Untuk NUC5CPYH yang dipatok dengan banderol 140 USD, memakai prosesor Intel Celeron N3050 1,6GHz dual core. Sementara itu Intel NUC C5PPYH menggunakan prosesor quad core Intel Pentium N3700 1,6GHz dan dipatok sebesar 180 USD 2,3 juta rupiah.
Kedua produk Intel NUC ini sama-sama memakai prosesor berbasis 14nm 64-bit serta mendukung RAM hingga 8GB. Chip Intel Pentium mempunyai grafis Intel HD dengan kecepatan normal 400MHz dan mode cepat sebesar 700MHz. Sementara model Intel Celeron hadir dengan grafis Intel HD yang punya kecepatan normal 320MHz serta mode cepat 600MHz.
Meski mempunyai ukuran yang mungil, komputer ini bisa dipakai selayaknya komputer desktop biasa. Di dalamnya juga mendukung SSD 3,5 inci, DDR3L memory stick punya slot M.2 card serta dilengkapi modul Wireless 802.11ac serta Bluetooth 2.0. Sebagai tambahan, PC ini juga dilengkapi sebuah kipas kecil sebagai sarana untuk pendingin.

Di kuartal kedua ini banyak vendor smartphone yang semakin agresif dalam merilis produk terbarunya. Di saat ini  ratusan smartphone tersedia mulai dari kelas premium hingga kelas untuk pemula, banyaknya informasi yang tersedia terkadang membuat konsumen harus menyaring info dari beberapa sumber sebelum akhirnya membeli sebuah produk yang akan digunakan dalam jangka panjang.


Dalam memilih produk konsumen biasanya berdasarkan atas rekomendasi teman, iklan, atau review media, namun banyaknya informasi dapat membuat konsumen sulit menentukan pilihan. Selain dana yang disediakan, apa yang menjadi unsur pertimbangan konsumen ketika membeli smartphone?


Berdasar survey yang dilakukan oleh R&D OPPO, konsumen ternyata sangat mementingkan desain dalam memilih sebuah smartphone, meskipun masing-masing responden memilih corak atau bentuk desain yang berbeda - beda. Konsumen berpendapat bahwa desain adalah unsur penting, tapi bagus atau tidaknya desain adalah hal yang cukup subjektif.


Pada Mei 2015, OPPO merilis 3 smartphone baru yang diposisikan untuk segmen pengguna yang berbeda, namun memiliki kesamaan pada keunggulan desain dan materialnya. 3 smartphone ini antara adalah R1x, Neo 5 dan Joy Plus.


R1x memiliki slogan “desain menawan, perfoma memuaskan”, memiliki spesifikasi hardware kelas atas seperti prosesor Qualcomm octa-core dengan 2GB RAM, kamera 13MP yang mampu menghasilkan foto beresolusi 50MP dan juga efek audio Dirac HD. Spesifikasi premium ini dibalut dalam desain yang sangat elegan dengan perpaduan logam dan kaca bercorak potongan berlian, sangat cocok bagi pengguna yang suka fashion dan mengutamakan penampilan.


Neo 5 diposisikan sebagai smartphone menengah yang ditujukan untuk konsumen yang mengutamakan multimedia, browsing, dan social media. Kamera utamanya sebesar 8 megapixel dengan Pure Image Technology dan juga kamera depan 2MP dengan fitur beautify. Uniknya, Neo 5 memiliki konsep desain dua sisi cermin yang mirip dengan R1x, namun Neo 5 tidak menggunakan material kaca sebagai cover, melainkan fiber glass. Neo 5 juga diperkuat dengan 2 lapis rangka bermaterial metal, sehingga terkesan kokoh dan berat jika dibandingkan smartphone berlayar 4.7” biasanya.


Joy Plus merupakan penerus lini OPPO Joy, yang menargetkan pada pengguna feature phone yang ingin beralih menggunakan smartphone. Dengan Prosesor 1,3 Ghz dan RAM 1GB membuat Joy Plus nyaman digunakan beraktifitas menjelajah dunia maya. Joy plus juga dilengkapi dengan dual SIM dan sistem operasi ColorOS terbaru 2.0. Bingkai yang elegan membuat desain Joy Plus ini juga dapat digunakan untuk bergaya.


Ketiga smartphone ini sudah dipasarkan di Indonesia, dan dapat diperoleh secara online melalui website www.ofanstore.co.id dengan harga masing-masing 4.299.000, 2.199.000, dan 1.499.000. (adv)
Bagi Anda para pengguna smartphone yang selalu update dengan media sosial, pastinya Anda selalu mengandalkan paket data unlimited yang ditawarkan dari masing-masing provider.
Sayangnya, sebagian besar pengguna smartphone hanya tahu cara dasar untuk mengolah kuota paket data agar tidak cepat habis sebelum masanya. Alih-alih berhemat paket kuota data, kata `unlimited` bagi para pengguna paket tersebut sepertinya hanyalah angan belaka.

Penyebabnya memang kebanyakan dari para pengguna smartphone lebih suka mengunduh aplikasi dengan beban memory yang begitu besar dan bermain mobile game online tanpa menggunakan dukungan koneksi Wi-Fi.

Hal tersebut otomatis menyedot kuota paket data internet lebih banyak dari yang seharusnya digunakan. Cara `konservatif` ini sepertinya harus diubah dengan beberapa cara jitu agar Anda bisa lebih menghemat kuota paket data internet Anda dan tidak perlu merogoh kocek lebih dalam lagi ketika kehabisan paket.

Berikut tiga cara jitu menghemat kuota paket data internet agar Anda tidak menghabiskan satu kilobyte-pun untuk sesuatu yang tidak diperlukan. Simak ulasannya.



Ubah fitur `Maps` Anda ke Mode Offline
Anda pasti tidak sadar bahwa fitur Maps yang tersedia di smartphone Anda ternyata menguras data internet Anda. Sayangnya, banyak sekali pengguna smartphone yang tidak memikirkan bahwa sebenarnya Maps menggunakan layanan GPS yang ternyata menguras data internet, terlebih jika Anda menggunakannya untuk layanan built-in navigation, turn-by-turn directions, melihat traffic secara real time atau melihat map dengan mode satellite.
Baik dari dua fitur Maps yang tersedia di kedua perangkat iOS dan Android mempunyai mode offline. Untuk Android, sentuh Search Bar di atas aplikasi Maps, geser terus kebawah sampai bertemu pilihan `Save map to use offline` dan pilih pilihan save untuk berpindah ke mode offline. Untuk Apple, Anda hanya mengubah mode ke flight mode.
Cara lain agar tidak terganggu dengan fitur GPS yang ternyata menyedot data internet Anda adalah dengan menggunakan aplikasi dimana Anda tetap memakai navigasi GPS dan turn-by-turn directions secara offline. Salah satu aplikasi yang paling banyak dipakai adalah CoPilot GPS app seharga US$7.99 atau sekitar Rp 104 ribuan.



Gunakan Aplikasi `Mailbox` Untuk Keperluan Email
Anda tentunya tahu bahwa ketika menggunakan fitur email, mengunduh dan mengunggah attachment dengan data yang besar akan menyedot data internet Anda. Perlu diperhatikan juga, jika Anda membuka pesan email dari rekan Anda ternyata juga tetap akan menyedot data, meskipun tidak sebesar ketika mengunduh atau mengunggah attachment.
Para pengguna iOS dan Android tentunya bisa mengunduh aplikasi Mailbox dari Dropbox yang tersedia di kedua perangkat tersebut. Aplikasi ini tentunya akan menolong Anda untuk menyimpan data yang seharusnya tidak tersedot ketika menggunakan email di aplikasi tetap smartphone Anda.



Pakai Browser Yang Lebih Efisien
Percayalah, aplikasi browser default yang sudah ada di smartphone Anda memang memiliki banyak kelebihan, namun ternyata menyedot data internet Anda begitu besar.

Cobalah unduh browser yang lebih efisien seperti Opera Mini yang mampu menyimpan data Anda secara primer dengan mengompres website yang Anda kunjungi. Browser ini juga memiliki fitur data-saving `video boost` dimana mampu mengurangi proses buffer dan mampu mengoptimalkan kualitas gambar tanpa perlu menyedot data internet yang besar.

Bahkan, ketika Anda memiliki banyak data atau menggunakan Wi-Fi, Opera Mini akan mematikan fitur data-saving dimana Anda akan mendapatkan pengalaman browsing yang baik dan sempurna.

Untuk mengakses opsi data-saving Opera Mini, sentuh `O` dibawah layar Opera Mini dan sentuh area dengan tulisan `Savings enabled`.

Menariknya, ternyata Google Chrome bukan merupakan browser utama perangkat Android. Namun, Anda masih tetap bisa mengakali agar browser ini tetap hemat koneksi internet ketika browsing. Caranya, buka Chrome, sentuh ikon tiga titik di kanan atas, pilih Settings, lalu sentuh Bandwith dan pilih Data Saver untuk mematikan data saving.
SSD (itpro.co.uk)
Sebesar apapun kapasitas penyimpanan yang ada di memori internal perangkat kesayangan Anda, pasti tidak akan pernah merasa cukup dan selalu saja ingin mengekspansinya dengan memori eksternal.
 
Terlebih bagi Anda yang lebih suka menggunakan Solid-state drive (SSD) ketimbang hard disk (HDD), yang mana masih memiliki kapasitas penyimpanan terbatas. Terkini, akan tersedia SSD dengan ruang penyimpanan super besar hingga 6 terabyte (TB) pada Juli ini.

Meskipun harga yang ditawarkan ke konsumen akan mahal, tidak menghentikan perusahaan untuk membuat SSD baru dengan penyimpanan yang lebih besar. Perusahaan asal Jepang, Fixstars, akan merilis tiga SSD 2,5 inci baru di tahun ini lewat seri 1000M, 6000M, dan 3000M.

SSD 1000M dan 3000M masing-masing akan menawarkan kapasitas memori 1TB dan 3TB dengan interface 6Gbps dan memori flash 19nm. Sementara varian 6000m akan menggunakan memori flash 15nm dengan 6TB penyimpanan.

Diharapkan, SSD ini dapat membaca dengan kecepatan lebih dari 540MB/s dan kecepatan menulis di atas 520MB/s, yang hampir menyamai SSD SATA konvensional 6Gbps.
Dilaporkan Ubergizmo, Senin (11/5/2015), namun Fixstars hanya menginformasikan harga dari seri 1000M dengan banderol US$ 820 atau sekitar Rp 10,7 juta.
Intel Compute Stick Resmi Diperkenalkan di Indonesia
Intel memperkenalkan tiga prosesor baru yang diklaim memiliki performa luar biasa, Prosesor Intel Core Generasi ke-5, prosesor Intel Core M, dan Intel Compute Stick hari ini di Jakarta.
Salah satu yang menyita perhatian yakni Intel Compute Stick. Intel Compute Stick merupakan perangkat komputer generasi baru yang berbentuk seperti USB.
Dengan Intel Compute Stick, Anda bisa mengubah televisi menjadi perangkat komputer. Cara dengan memasukkan Intel Compute Stick ke port HDMI.
“Compute Stick merupakan komputer kecil yang memungkinkan setiap televisi di rumah bisa menjadi komputer. Compute Stick itu sudah mendukung sistem operasi Windows 8.1,” kata Hermawan Susanto, Channel Sales Director Intel Indonesia, Selasa (5/5/2015).
Saat ini, Intel Compute Stick memiliki dua pilihan. Pertama, menggunakan OS Windows dengan RAM 2GB dan storage 32GB. Kedua, OS Ubuntu dengan memory 1GB dan storage 8GB.
Compute Stick rencananya akan tersedia pada akhir Juni dan dibandero di bawah Rp2 juta. Perangkat unik ini ditujukan kepada home consumers dan bisnis.

sumber:teknowire